Sri Mulyani

Sri Mulyani

Covesia.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates. Penghargaan tersebut diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Membaca berita itu, mengingatkan saya dengan haru biru angket century. Sri Mulyani di demo dan dibully. Pertengahan hingga akhir 2010, perempuan cerdas ini dihantam kiri dan kanan. Di akhir 2010, ia merasa kewalahan. Sekaligus merasa kecewa dengan atasannya. Ia seakan-akan dibiarkan menghadapi sendiri.

Ia mundur. Gejolak pun reda. Tapi ia berkata, "saya akan kembali!" Presiden Jokowi dan Wapres JK pun memintanya kembali.

Mari kita "kembali" di akhir tahun 2010. Semua tentang Sri.

Who get what how and when, demikian kata Harold Lasswel. Ini terasa bila menyorot lingkaran setan korupsi dengan partai politik sebagai titik pusatnya. Pansus Century, Aburizal bakri dan Sri Mulyani menjadi bukti dari semua itu.

Sedari awal, kala Pansus Century dibentuk, banyak yang mengatakan, Pansus ini hanyalah angek-angek cirik ayam, malakik nan diati dapek, saluang taruih diambuihkan, tak serius, hanya sampai apa yang diinginkan didapatkan.

Dari awal-awal, banyak pengamat sudah memprediksi sejak Pansus pertama bersidang, bahwa setelah Sri Mulyani dicopot dari jabatan Menteri Keuangan, maka sasaran Pansus sudah selesai dan kader Golkar di Pansus dilarang vokal lagi, termasuk kader PKS. Sri Mulyani dianggap memulai pertempuran setelah menyampaikan pandangannya bahwa Golkar tidak akan bersikap fair kepadanya.

Tudingan Sri Mulyani dijawab Golkar dengan pembeberan rekaman pembicaraan Menteri Keuangan tersebut dengan Robert Tantular, meski akhirnya dibantah langsung oleh Sekretaris KSSK Raden Pardede. Ingat, ini dikemukakan pertama sekali oleh politisi Golkar Bambang Susatyo, yang sampai hari ini tidak pernah meminta maaf bahwa ia salah memberikan informasi yang terkesan menuduh.

Mundurnya Sri Mulyani bisa jadi karena adanya kompromi politik yang harus mengorbankan Sri Mulyani sebagai tumbal. Bisa jadi juga Sri Mulyani berkorban untuk atasannya. Tapi saya rasa tidak, karena menilik dari pidato perpisahannya di Departemen Keuangan jelang berangkat ke posisinya yang baru di World Bank, secara tegas Sri Mulyani mengatakan: "Pemimpin yang baik tidak akan pernah mengorbankan anak buahnya!"

SBY-kah?  Sri Mulyani bisa jadi merasa muak pula terhadap perilaku partai politik yang sebenarnya sadar bahwa Menkeu/Ketua KSSK ini hanya menjalankan perintah atasannya, namun belagak tidak tahu dan hanya menyasar dirinya.

"Saya akan kembali!" Kata Sri. 

Muhammad Ilham Fadli

Muhammad Ilham Fadli ( Ketua Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam UIN Imam Bonjol )


Berita Terkait

Baca Juga