Koboi, Sportivitas, dan Pilkada

Koboi Sportivitas dan Pilkada Ilustrasi (Pixaby)

Covesia.com - Membahas koboi berarti kita membayangkan seseorang yang bertopi lebar sedang menunggang kuda sambil memegang pistol di tangan. Biasanya koboi ada di Barat (Western). Sementara kalau di Timur seperti di Indonesia ada juga yang menunggang kuda tapi pakai pedang, misalnya Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro.

Sejarah koboi (cowboy) merupakan cerita panjang para penggembala sapi di wilayah Amerika Utara dulunya. Tetapi cerita koboi yang paling berkesan ada dalam film The Magnificent Seven, mengisahkan tujuh orang koboi yang peduli pada lingkungannya, membela orang-orang yang tertindas.

Walau kadang koboi diartikan sikap yang urakan, tak tahu aturan, tapi di sisi lain budaya koboi sangat menjunjung tinggi sportivitas. Koboi sejati itu tabu berbuat curang. Pantang bagi koboi menembak lawan dari belakang dan yang sudah menyerah.

Duel itu berhadap-hadapan dengan pistol di pinggang atau di tangan yang siap tembak. Kemahiran dan kecepatan tangan lah yang kemudian menentukan siapa pemenang dan siapa yang jadi pecundang.

Sekarang sedang berlangsung pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 171 daerah (provinsi dan kabupaten / kota) di seluruh Indonesia, termasuk 4 kota di Sumbar. Walau pun ini kontestasi politik, tetapi setiap pesertanya dituntut untuk menjunjung tinggi sportivitas. Siap kalah dan siap menang. Jangan sampai menangnya saja siap tapi kalahnya tidak.

Bukan saja untuk peserta, sebagai penyelenggara dan sekaligus wasit, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dituntut pula untuk bisa menjunjung tinggi sportivitas dan bekerja secara profesional. Adil dan tidak memihak. Jangan sampai tongkat pula yang membawa rebah, seperti kasus suap di Garut yang sangat memalukan.

Koboi telah mengajarkan kita bagaimana menjunjung tinggi sportivitas. Sementara sportivitas erat kaitannya dengan kejujuran. Walaupun dengan segala kecerdikan bisa saja sewaktu-waktu pistol ditembakkan secara curang untuk membunuh lawan, tapi itu tabu dilakukan oleh seorang koboi, seorang petarung sejati.

Isa Kurniawan

Isa Kurniawan ( Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar )

Berita Terkait

Baca Juga