Oplosan, Frustasi Sosial, dan Via Vallen

Oplosan Frustasi Sosial dan Via Vallen Ilustrasi

Covesia.com - Sudah banyak korban tewas karena minuman keras oplosan. Beberapa hari ke belakang kembali berita ini menjadi viral, karena puluhan orang meregang nyawa di daerah Bekasi dan Depok. 

Minuman keras yang dikonsumsi alkoholnya sangat tinggi sampai 80 persen kemudian dicampur dengan bermacam-macam bahan lainnya seperti Baygon, Autan, Molto, Jamu, obat kuat dan lainnya.

Kadang kita tidak habis pikir dengan keadaan ini, sudah tahu bahwa minuman itu oplosan, tapi masih dikonsumsi. Menurut pendapat saya ini adalah bentuk frustasi sosial yang dialami masyarakat akibat beratnya beban hidup yang harus ditanggung. Dengan minuman keras, masalah yang ada sejenak bisa hilang. 

Tapi karena yang ditenggak minuman keras oplosan, masalah itu memang hilang seiring dengan hilangnya nyawa mereka.

Dalam politik Indonesia, ada juga yang namanya pemimpin oplosan. Pemimpin yang campur-campur, kadang menghentak, kemudian datar sambil jaga badan, dan adakalanya sendu seperti lagu Pance F. Pondaag; Keluar air mata terisak-isak seperti orang kematian istri. Semua itu tergantung kepentingan dan peran apa yang sedang dimainkan.

Pemimpin oplosan ini sama bahayanya dengan minuman keras oplosan. Berdirinya tidak menentu, sama dengan baling-baling di atas bukit. Kemana angin kencang ke sana lah dia menghadap. Bahaya maksudnya, tipe pemimpin oplosan ini menghalalkan segala cara. Kalau ada maunya, menjilat pantat orang sekali pun dia mau. Begitu benar lah, sangat ambisius.

Ada pula oplosan ini yang enak, yakni dangdut oplosan atau koplo. Belakangan dangdut campuran ini banyak peminatnya, apalagi sekarang hadir Via Vallen dengan lagu dangdut koplo bahasanya yang campur-campur, Jawa dan Indonesia. Semuanya bergembira mengiringi irama musik dangdut oplosan dan liuk-liuk goyangan sang penyanyi. Sejenak beban berat hidup menjadi hilang.

Sekarang di daerah saya sedang ada pilkada, bagi calon yang berjanji akan mengundang Via Vallen kalau menang nanti, maka saya akan pilih dia.

(lif)

Isa Kurniawan

Isa Kurniawan ( Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar )

Berita Terkait

Baca Juga