Suasana Haru Warnai Perpisahan Siswa BSBI di Padang

Suasana Haru Warnai Perpisahan Siswa BSBI di Padang Siswa asing BSBI binaan sanggar Syofiani piawai dalam memainkan alat musik talempong (alat musi tradisonal Minang Kabau) dalam pertunjukkan di aula kantor Gubernur Sumbar (Foto: Doni Syofiadi/Covesia)

Covesia.com - Suasana haru mewarnai perpisahan siswa BSBI (Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia) di kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (28/06/2018) malam.

Di Padang, terdapat 12 siswa asing BSBI yang diutus kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu) untuk mempelajari seni dan tradisi Minang Kabau. Mereka merupakan pelajar dari Negara seperti, Vietnam, Thailand, Laos, Meksiko, Fiji, Rep. Ceko, Rusia, Serbia, Uzbekistan, Solomon Island, Suriname dan Indonesia (Papua Barat)

Setelah mendapatkan pembekalan ilmu selama tiga bulan bersama sanggar Syofiani, ke-12 pelajar tersebut menggelar pertunjukkan seni tari dalam acara perpisahan mereka di Auditorium Gubernur Sumatera Barat.

Mereka membawakan seni randai, dan tari payung dengan menggunakan alat trasional yang mereka mainkan, mereka pun piawai seperti layaknya orang Minang sendiri dalam pertunjukkan tersebut.

Dalam pertunjukkan itu, suasana haru pecah ketika, salah sorang pelajar asal Uzbekistan, Faragis membawakan lagu legendaris Minang Kabau yang berjudul "Tingga lah Kampuang".

Lagu tersebut menceritakan tentang orang rantau yang ingat akan kampuang halam mereka. Saat membawakan lagu tersebut, Faragis tak kuasa menahan tangisnya, karena dirasa lirik dari lagu tersebut sangat menyentuh bagi dirinya yang akan meninggalkan kota Padang menuju negara asalnya.

"Saya tak kuasa menahannya, lirik dari lagu tersebut sangat berarti bagi saya, karena meninggalkan kota Padang dan orang yang sangat kami sayangi yang telah memberikan ilmu yang sangat berarti bagi kami," ungkap Faragis usai membawakan lagu tersebut.

"Tiga bulan merupakan waktu yang sangat singkat, namun kami mendapatkan semuanya disini. Saya baru tahu, ternyata Sumbar kaya akan seni dan tradisi. Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga besar Sanggar Syofiani," tutup siswi 25 tahun itu yang akan meninggalkan kota Padang hari ini, Sabtu (30/06/2018).

Sementara, Bundo Kanduang Sumbar, Nevy Irwan Prayitnyo begitu terpukau dengan penampilan siswa BSBI tersebut. 

"Saya tidak menyangka mereka begitu mahir melakukannnya, saya ikut terbawa suasana atas penampilan mereka," ucap istri Gubernur Sumbar itu kepada Covesia.com di Padang.

"Saya berharap, mereka nantinya dapat menjadi duta di negara asal mereka dalam memperkenalkan seni dan tradisi Indonesia, khusunya Minang Kabau," terangnya.

Usai melakukan pertunjukkan dari hasil kerja keras mereka selama tiga bulan, ke-12 siswa asing BSBI itu akan bertolak ke Jakarta guna kembali menunjukkan kebolehan mereka di Theater Taman Ismail Marzuki, Cikini, tanggal 4 Juli mendatang.

(dnq)

Berita Terkait

Baca Juga