Hijrah dan Membangun Peradaban

Hijrah dan Membangun Peradaban Ilustrasi

Covesia.com - Hijrah adalah "turning point" perjuangan Rasulullah. Demikian pandangan Cak Nur (Nurcholis Madjid) Allahu Yarhamuhu dalam bukunya Pintu-Pintu Menuju Tuhan. 

Bila di Mekkah selama 13 tahun, beliau berhasil menanamkan iman kepada Allah dan mendidik akhlak pribadi-pribadi para sahabat yang jumlahnya tak seberapa banyak, setelah hijrah ke Madinah, perjuangan beliau meningkat ke arah pembentukan masyarakat politik, masyarakat berperadaban, atau masyarakat Madani. 

Atas dasar ini barangkali beliau kemudian mengganti nama Yasrib menjadi Madinah yang berarti kota atau tempat peradaban.

Peristiwa hijrah yang sangat monumental itu terjadi sudah sangat lama, 1439 tahun yang lalu. Kecuali masa-masa kejayaan Islam di masa lalu, pengaruhnya ternyata tak begitu kuat lagi. 

Bila dulu masyarakat Islam menguasai peradaban dunia, sekarang tidak lagi. Negara-negara kuat Islam telah banyak yang dilanda krisis, baik karena perang saudara begitu juga karena diperangi pihak luar. 

Irak, Suriah, Mesir, Yordania, Libya, dan lain-lain yang nota bene merupakan pusat kekuatan dan peradaban Islam sekarang sudah lumpuh. Sementara yang lainnya, Arab Saudi, Iran, Turkey, dan Palestina "diobok-obok" oleh Amerika.

Melihat data kasar sebagaimana yang dikemukakan di atas, sepertinya "bola" peradaban yang pernah digulirkan oleh Nabi SAW 14 abad yang silam, mati di kaki kita, umat yang hidup di abad ini. 

Berharap kepada bangsa Indonesia, yang memiliki umat Islam terbesar di dunia, rasanya akan menjadi harapan hampa. Tengok sajalah fenomenanya, saling kafir mengkafirkan masih terjadi di antara kita. 

Klaim-klaim kebenaran mutlak pada suatu kelompok Islam tertentu dan menyalahkan kelompok yang lain, masih menjadi fenomena biasa. Kecuali, bila semangat persatuan, semangat toleransi, semangat jihad peradaban bisa kita bangun bersama, Islam pasti akan kembali jaya.

Memasuki tahun 1440 H, spirit hijrah Nabi SAW perlu kita hidupkan kembali. Sebagaimana Nabi, dengan hijrah membangun peradaban dunia, dengan spirit hijrah itu pula kita membangun peradaban dunia, dari Indonesia untuk Dunia.

(lif)

Ismail Novel

Ismail Novel ( Dosen Pascasarjana IAIN Bukittinggi )

Berita Terkait

Baca Juga