Enam Tips Menjadi Jurnalis Menurut Desi Anwar

Enam Tips Menjadi Jurnalis Menurut Desi Anwar Desi Anwar (Foto: Istimewa)

Covesia.com- Pada (8/9) lalu, jurnalis senior, Desi Anwar berkunjung ke Universitas Negeri Padang dalam rangka mengisi acara talkshow yang diadakan oleh sebuah rrganisasi kampus tersebut. Dalam penyampaiannya, Desi sempat berbagi beberapa tips untuk menjadi seorang Jurnalis.

Mau tau apa tipsnya? Berikut dijabarkan

Pertama, berusaha untuk tertarik pada semua hal. Ketertarikan memiliki pengaruh terhadap seseorang. Dalam penyampaiannya Desi mengatakan pernah mewawancarai seorang artis dunia yang ia suka namun, ketika wawancara itu berlangsung sang artis memiliki atitude yang kurang baik sehingga interviewnya berjalan sebentar. Di kondisi lain desi mewawancarai seorang aktor yang desi memandang aktor tersebut biasa saja namun, setelah melakukan interview ketertarikan Desi bertambah karena sikap narasumbernya.

Kedua, memiliki rasa ingin tahu. Misalnya, pada sebuah kasus jurnalis tak cukup hanya mengetahui secara umum saja. Daya kritisnya harus diasah sedemikan rupa sehingga bisa mengetahui hal terkecil sekalipun. Untuk yang satu ini penulis pernah mendengar bahwa seorang jurnalis “harus tau warna kaus kaki narasumbernya”dalam hal ini begitu gambarannya bahwa jurnalis memang mengetahui banyak informasi dari narasumbernya.

Ketiga, jurnalis hendaknya tidak mudah puas. Maksudnya di sini menjadi Jurnalis jangan segera puas dengan hasil yang didapat. Barangkali ada hal yang disembunyikan oleh narasumber. Maka dari itu rasa tidak mudah puas memang harus dipupuk dari awal.

Keempat, mencintai profesi. Kita tahu bahwa menjadi jurnalis seseorang memiliki waktu yang lebih dari waktu profesi lainnya. Desi mengatakan bahwa ia memiliki waktu 26 jam, 24 jam untuk profesinya dan 4 jam lagi untuk kegiatan lainnya. 

Kelima, konsisten. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia konsisten berarti tetap (tidak berubah-ubah):taat asas. Dapat dipahami bahwa seorang Jurnalis harus patuh pada aturan. Salah satunya jurnalis sejati tentunya tidak melanggar kode etik jurnalistik.

Keenam, bertanggungjawab. Setelah melakukan sesuatu setiap individu tentunya harus bertanggungjawab atas yang ia lakukan. Bila terjadi masalah, misalnya yang ditulis tidak sesuai dengan fakta, maka dari itu jurnalis harus beratnggungjawab atas tulisannya. Makanya di dunia jurnalistik fakta tak boleh diselipi opini sama sekali. Orang jurnalistik akan paham bahwa ada istilah cek, recek, dan triplecek untuk kebenaran apa yang ditulisnya.

(Laila)

Berita Terkait

Baca Juga