Dorong Designer Lokal Lebih Kreatif, Minangkabau Fashion Festival Kembali Digelar

Dorong Designer Lokal Lebih Kreatif Minangkabau Fashion Festival Kembali Digelar Sejumlah model memperagakan desain busana etnik tradisional modifikasi Minang (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)

Covesia.com - Momentum Minangkabau Fashion Festival (MFF) 2108 diharapkan mampu mengembangkan kreativitas para perancang busana dan pengrajin kain di Sumatera Barat (Sumbar), agar mereka memiliki segment pasar yang lebih luas.

"Bidang fashion merupakan salah satu industri yang penting dalam pengembangan Industri Kreatif di Indonesia. Fashion merupakan penyumbang 30% dari seluruh sektor Industri Kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional," sebut Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian dalam keterangan persnya  di Istana Gubernuran Sumbar, Sabtu (22/09/2018).

Selain itu kata Oni, kegiatan MFF ini juga bertujuan untuk mengangkat kekayaan dan keunikan ragam hias, songket, batik minang, dan tenun yang dimilki Sumbar untuk terus dikenal dan menjadi warisan dari keberagaman warisan budaya dunia. 

Oni menambahkan, MFF merupakan event yang digelar sebagai ajang apresiasi kepada desainer-desainer muda Sumbar agar dapat mengenalkan hasil karyanya ke pasar Nasional dan Internasional, Pemerintah selaku mendorong kreatifitas desainer untuk mengembangkan karyanya dengan memberikan ruang dalam menampilkan kreatifitas tersebut pada kegaitan-kegaitan tahunan pemerintah demi melestarikan kekayaan etnic fashion di Sumbar.

"Disamping mendorong desainer di Sumbar lebih berkreatifitas dan melestarikan keberadaan para pengrajin, kita juga berharap para pengrajin meningkatkan ke profesional dalam meningkatkan mutu karya dari hasil kerajinannya," kata Oni Yulfian.

Lebih lanjut, kata Oni, MFF 2018 kali ini bertempat di Mesum Adityawarman Padang yang diselenggarakan pada hari Sabtu malam ini, 22 September 2018. Kegiatan ini terdiri atas 4 kategori lomba yang diikuti oleh 12 orang peserta Lomba Kreasi Busana Pengantin Tradisional Minangkabau, 13 orang peserta Lomba Kreasi Baju Muslim, 9 orang peserta Lomba Modifikasi Baju Kurung Basiba, dan 9 orang peserta Lomba Desain Motif Batik Minang.

Oni melanjutkan, untuk kali ini MFF akan menampilkan hasil karya-karya para designer daerah Sumbar yang lolos seleksi tahap awal untuk menentukan peserta yang nantinya akan diberangkatkan ke DKI Jakarta memasuki babak grand final pada tanggal 4 Oktober 2018 pada acara Indonesia Modest Fashion Week 2018 yang bertempat di Jakarta Convention Center.

"MFF dalam artian kita sedang mengangkat suatu industri fashion Sumbar dengan nuansa kekayaan Sumbar yaitu Minangkabau. Dengan didasari oleh keindahan dan kekhasan budaya serta keunikan ragam hias songket dan tenun yang dimilki, patut dilestarikan dan dikembangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan aneka ragam produk fashion berbasis warisan budaya," pungkasnya.

(*/don)


Berita Terkait

Baca Juga