Khabib: Antara Pemenang dan Pecundang

Khabib Antara Pemenang dan Pecundang Foto: Istimewa

Covesia.com - Dari pentas MMA beberapa hari yang lalu, tampak bahwa dalam pertandingan itu sebenarnya musuh  Khabib Nurmagomedov bukan hanya  Conor McGregor  yang kontoversial itu, tapi juga dirinya sendiri. 

Dari kedua musuhnya itu, yang lebih berat bagi Khabib sejatinya bukanlah Gregor, melainkan dirinya sendiri. Buktinya si Gregor dalam tempo kurang dari empat ronde berhasil "dikatuak"nya. Bahkan, kalau wasit tak sigap melerai, batang leher Gregor bisa patah dibuatnya. 

Akan tetapi, tak begitu dengan musuhnya yang kedua. Pertarungan dengan dirinya sendiri yang sudah telah berlangsung berhari-hari, bahkan berbulan-bulan tak dapat dimenangkannya. 

Buktinya, begitu Gregor ditaklukkannya, dengan penuh amarah dia panjat pagar arena dan melompat menerjang kubu Gregor. Insiden itu adalah kekalahan Khabib. Khabib yang kuat itu tak mampu mengalahkan dirinya sendiri.

Namun demikian, Khabib adalah manusia biasa. Lawannya yang sesungguhnya ini memang sangat berat. Negaranya direndahkan, agamanya dimaki-maki, timnya dicap teroris, begitu juga ayah dan dirinya sendiri. 

Lama Khabib berjuang melawan semuanya itu. Hingga, kemudian dia tak sanggup melawannya. Khabib pun kalah. 

Dan kalau pun kita tetap ingin mencari kemenangan Khabib dalam melawan dirinya sendiri, hanyalah pada sesi ketika dia menyadari bahwa semua itu bukan sisi baik dari dirinya dan permintaan maafnya kepada publik.

Demikian Khabib, sang pemenang sekaligus pecundang. Namun bagaimana pun, dia jauh lebih hebat dari kita atau paling tidak dari saya. Dibandingkan kita, Khabib tetap luar biasa. Dia bisa mengalahkan "setan" Gregor secara mutlak, meski tak bisa mengalahkan setannya sendiri secara total.

(lif)

Ismail Novel

Ismail Novel ( Dosen Pascasarjana IAIN Bukittinggi )

Berita Terkait

Baca Juga