Tikar Ruyung Sulaiman Asal Pariaman Dilirik Pengusaha Mancanegara

Tikar Ruyung Sulaiman Asal Pariaman Dilirik Pengusaha Mancanegara Sulaiman Tanjung ketika mengikuti pameran di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang.

Covesia. com - Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Pariaman mewakili Provinsi Sumatera Barat di ajang internasional  Trade Expo Indonesia (TEI) yang dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang.

"UKM Kota Pariaman yang mengikuti ajang pameran produk UKM skala internasional di TEI adalah Sulaiman Tanjung dengan karya Tikar Ruyung (Tikar dari batang pohon Kelapa), dan Ilham dengan karya anyaman lidi," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop & UKM) Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit, Kamis (1/11/2018)

"Sebelumnya provinsi mengadakan seleksi kepada seluruh pelaku UKM yang ada di Sumbar, dan setelah melewati proses yang ada, ditunjuklah 2 orang pelaku UKM Kta Pariaman mewakili Sumatera Barat di ajang TEI 2018 kali ini", tuturnya.

Ia mengatakan, ajang pameran ini Sulaiman Tanjung dengan Tikar Ruyungnya mendapatkan banyak pesanan yang didapat selama pameran berlangsung, baik dari dalam negeri, maupun luar negeri.

"Dari ajang TEI 2018 di Tangerang ini, produk Tikar Ruyung karya Sulaiman Tanjung mendapatkan pesanan yang sangat besar sekali, dimana untuk dalam negeri ada pemesanan sebanyak 700 lembar, dan yang luar biasa adalah pemesanan dari luar negeri, yang memesan sebanyak 2 kontainer tikar ruyung hasil karyanya ini," jelasnya.

Ia menambahkan, akan selalu memfasilitasi pelaku UKM yang ada di Kota Pariaman, untuk terus bersaing di kancah lokal, nasional bahkan internasional. Pasalnya, dibuktikan dengan suksesnya pelaku UKM untuk tembus dunia internasional dan dapat export keluar negeri, sehingga dapat menjadi contoh bagi pelaku UKM lainya di Kota Pariaman untuk berkarya.

"Direncanakan Buyer dari negara Prancis akan datang ke Kota Pariaman, melihat produksi kerajinan tikar ruyungnya pak Sulaiman Tanjung ini, pada bulan Januari 2019 mendatang", kata dia.

Sementara itu, Sulaiman Tanjung mengatakan untuk membuat 1 buah tikar ruyung hasil karya membutuhkan 3 orang karyawan untuk pengerjaanya. Dengan banyaknya pesanan setelah pameran TEI  di Tangerang kemaren menjadi kewalahan untuk memenuhi pesanan tersebut.

"Pesanan ini dari negara Thailand dan Perancis yang meminta sesuai standar yang mereka inginkan, karena saat ini kita hanya UKM, sehingga kita dituntut untuk membuat sebuah perusahaan", ulasnya.

Saat ini sedang mengurus surat-surat dalam rangka perizinan untuk meningkatkan status UMK nya menjadi Perusahaan, selain membuat Company Profile (CP) tikar ruyung.

"Kita juga membutuhkan karyawan sekitar 300 - 500 orang untuk memenuhi tuntutan pasar tersebut, dan membutuhkan 20 kubik bahan baku batang pohon kelapa perminggu, dan kita sedang berusaha untuk itu", tutupnya.

(roz/jon)

Berita Terkait

Baca Juga