Muhammad Pemimpin yang Agung

Muhammad Pemimpin yang Agung Ilustrasi

Covesia.com - Muhammad adalah jabatan teragung bersama sejarah kehidupan manusia. Michael H. Hart, sejarawan, ahli matematika, dan ahli astronomi berkebangsaan Amerika dalam bukunya "The One Hundred: Peringkat Orang yang paling berpengaruh dalam Sejarah" tanpa ragu menempatkan Muhammad SAW pada peringkat pertama dari dunia yang paling mulia di dunia. 

Sementara Nabi Isa ditempatkannya pada urutan ke 3 dan Musa di urutan ke 40. Berbeda dengan Hart yang melihat keagungan Muhammad dari sisi Muhammad sebagai tokoh kunci yang penyiaran Islam dan peradaban, ketokohan Muhammad SAW sebenarnya terletak pada kelemah-lembutannya dalam alamnya.

Bagaimana kelemah lembutan jiwa Nabi tersebut dapat dilihat firman-Nya, QS Ali Imran: 159 yang berarti, "Maka dari rahmad dari Allah lah kamu mampu melakukan tindakan lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu berjuang keras dan berlaku kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. .Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka, Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian jika kamu telah membulatkan tekat, bertawakkal lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat suka kepada orang-orang yang bertawakkal kepadaNya.

Buya Hamka dan Qurays Syihab menulis dalam tafsirnya masing-masing, bahwa Allah telah menganugerahkan kepada Nabi SAW rahmad-Nya berupa kelembutan hati dan kebesaran jiwa. Hingga, Nabi SAW mampu bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang yang sangat banyak yang bisa membuat nabi marah. 

Salah satu contoh yang sering terjadi dengan ayat ini adalah pelanggaran yang dibuat oleh pasukan pemanah dalam perang Uhud yang meninggalkan posnya karena terperdaya oleh harta. Para pasukan pemanah yang telah menghasilkan kesulitan dan kehilangan yang luar biasa bagi nabi dan pasukannya. Secara manusiawi, Nabi menambahkan bahwa sangat cantik bahkan menghukum mereka. Akan tetapi, karena rahmad Allah yang diperolehnya, nabi tidak memarahi mereka, bahkan memaafkan mereka untuk mendoakan mereka.

Demikian Nabi SAW, pemimpin yang memiliki kepribadian yang sangat istimewa. Jangankan melemparkan kesalahannya kepada tentaranya, kesalahan yang nyata dibuat oleh tentaranya pun, cepat dimaafkannya. 

Contoh lain dari kelembutan hati Nabi adalah peristiwa Fathul Makkah (penaklukan kota Makkah) orang yang sangat dulunya sangat memusuhi Nabi, seperti Abu Sofyan, malah dimuliakannya. Kata Nabi SAW melakukan itu, siapa saja yang masuk ke rumah Abu Sofyan, dia akan aman. Kalau saja, penaklukkan itu dilakukan oleh raja lain, mungkin Abu Sofyan orang pertama yang akan dia bunuh. Yang dilakukan oleh pribadi yang teramat mulia, Nabi Muhammad SAW, adalah sebaliknya yang memaafkan dan memuliakannya.

Selamat Maulid Nabi 1440 H

(lif)

Ismail Novel

Ismail Novel ( Dosen Pascasarjana IAIN Bukittinggi )

Berita Terkait

Baca Juga