Kemenag Pariaman: Tidak Ada Kaitannya Tradisi Pernikahan "Bajapuik" dengan Agama

Kemenag Pariaman Tidak Ada Kaitannya Tradisi Pernikahan Bajapuik dengan Agama Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman, Muhammad Nur

Covesia.com - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Pariaman Muhammad Nur menyatakan tidak ada kaitannya tradisi pernikahan bajapuik atau prosesi menjemput pengantin Iaki-laki oleh pihak perempuan dengan menggunakan sejumlah uang di Kota Pariaman.

"Tradisi itu tidak melanggar hukum lslam, dalam Islam tidak ada dibahas secara detail tentang uang jemputan. Karena itu termasuk kedalam fikih kontemporer, " kata Kakankemenag Kota Pariaman, Muhammad Nur, Jumat (23/11/2018).

Ia mengatakan tradisi pernikahan "Bajapuik" di Pariaman lebih mengacu kepada adat istiadat dan tidak ada kaitannya dengan agama.

"Prosesi tradisi pernikahan bajapuik dilakukan sebelum pernikahan berlangsung. Sehingga tidak termasuk kepada syarat pernikahan, namun hal itu adalah kesepakatan kedua belah pihak mempelai," ujarnya.

Ia menyampaikan, masyarakat harus bisa memahami bahwa tradisi pernikahan bajapuik tidak ada kaitannya dengan agama Islam.

"Uang japutan itu juga tidak dipaksakan, melainkan kesanggupan oleh pihak mempelai perempuan," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Priyaldi menyampaikan tradisi pernikahan bajapuik suatu kearifan lokal di Kota Pariaman sehingga pemerintah daerah mengupayakan melindungi tradisi tersebut. 

"Jika tidak dilindungi serta dibudayakan, maka bisa hilang akibat kemajuan zaman, karena ini tradisi sejak zaman dahulu," tutupnya.

(ozi)


Berita Terkait

Baca Juga