Olia, Pemuda asal Pariaman yang Bertekad Lestarikan Alat Musik Tiup Tradisional

Olia Pemuda asal Pariaman yang Bertekad Lestarikan Alat Musik Tiup Tradisional Oni dan sejumlah alat musik tiup tradisional Minangkabau hasil produksinya sendiri, di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Foto: Covesia/ Alfi)

Covesia.com - Di zaman serba canggih ini, hanya segelintir anak muda yang bisa membuat alat musik tiup tradisional. Namun di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat ada anak muda yang mahir membuat dan memainkan alat musik tiup tradisional Minangkabau tersebut.

Namannya, Olia Efendi. Pemuda berumur 21 tahun itu menyebut jika keinginannya untuk membuat alat musik tiup barawal dari minimnya perhatian generasi muda dalam melestarikan alat musik tradisional Minangkabau itu.

Alumnus salah satu perguruan tinggi (PT) di Pariaman ini mahir membuat lima jenis alat musik tiup Minangkabau seperti, saluang, sampelong, pupuik lambok, bansi, dan sarunai yang bahan bakunya berasal dari bambu.

"Saya belajar secara otodidak saja. Dari sekedar melihat-lihat orang tua di kampung dan akhirnya mencoba untuk membuatnya," ujarnya kepada Covesia.com, Sabtu (2/2/2019).

Dari sekedar coba-coba ternyata alat musik tiup tradisional yang dibuat Olia banyak peminatnya. Terutama mahasiswa seni asal Pariaman yang kuliah di Kota Padang Panjang dan Kota Padang. Walau masih diproduksi secara rumahan, namun hasil penjualannya bisa juga menjadi penghasilan tambahan.

"Alat musik tiup tersebut, saya jual mulai dari harga Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per unit. Dalam sebulan rataan ada sepuluh pemesan yang didominasi oleh mahasiswa," ucapnya.

Selain itu, menurut Olia, ciri khas dari alat musik tiup buatannya yakni ukiran gambar tabuik dan rangkiang rumah gadang Minangkabau. Ukiran itu tidak saja untuk ciri khas namun untuk memperkenalkan tabuik yang merupakan salah satu tradisi budaya dan menjadi iven pariwisata unggulan di Kota Pariaman.

Untuk membuat ukiran alat musik tiupnya itu, Olia menggunakan charger telepon genggam yang telah dimodifikasi karena leterbatasan biaya dalam membeli alat ukir yang lebih bagus.

Kontributor Pariaman: Almurfi Syofyan




Berita Terkait

Baca Juga