Insumatra, Festival Foto Dokumenter Pertama Indonesia Digelar di Padang

Insumatra Festival Foto Dokumenter Pertama Indonesia Digelar di Padang Insumatra Photo Festival 2019 yang menjadi festival fotografi dokumenter pertama di Indonesia akan dibuka secara resmi Sabtu malam (2/3/2019)

Covesia.com - Insumatra Photo Festival 2019 yang menjadi festival fotografi dokumenter pertama di Indonesia akan dibuka secara resmi Sabtu malam (2/3/2019), di Padang. Pembukaan festival akan di gelar di Kelenteng See Hien Kiong pukul 19.30 WIB. 

Insumatra Fest digagas sebagai wadah di mana fotografi bisa bersentuhan langsung dengan masyarkarat, sekaligus menjadi perayaan fotografi akbar di Sumatera. Ruang publik disulap menjadi galeri-galeri terbuka di mana fotografi dipulangkan kembali kepada asalnya, masyarakat itu sendiri. Festival ini mengusung sejumlah program mulai dari pameran foto, workshop, seminar, diskusi panel, malam layar dan tur festival.

“Sekitar Kita” dipilih sebagai tema festival. Dari seratusan lebih karya yang didaftarkan oleh di seluruh Indonesia yang kemudian disaring melalui proses kurasi. Hasilnya terdapat 16 karya dari 17 fotografer. Sari Asih, salah seorang kurator mengatakan, karya yang didaftarkan pada festival ini beragam dan berasal dari fotografer di seluruh Indonesia. Menariknya, hampir separuh karya yang lolos proses kurasi berasal dari fotografer di Sumatra.

“Mengejutkan juga. Dari Sumatra Barat saja ada lima fotografer yang lolos kurasi. Ini membuktikan jika potensi itu selalu ada,” kata Asih dalam siaran pers yang diterima covesia.com.

Muhammad Fadli, fotografer dokumenter kelahiran Bukittinggi yang telah mengikuti sejumlah festival foto internasional menilai melalui festival ini fotografer memiliki kesempatan lebih untuk bisa menyampaikan narasi yang menjadi perhatian mereka dalam berkarya. Melalui fotografi, baik fotografer maupun masyarakat yang menjadi audien bisa sama-sama merespon persoalan di “Sekitar Kita” yang dipilih sebagai tema festival ini.

“Fotografi pada akhirnya bisa membuat orang, baik fotografer dan masyarakat menjadi lebih peka pada sekitarnya,” ujar Fadli.

Fadli yang menjadi Direktur Program pada festival ini mengatakan Insumatra didesain sebagai wadah pertemuan berbagai unsur dalam fotografi. Pada program seminar misalnya, fotografer bisa memperkaya wawasan tentang publikasi karya dan membangun portfolio. Diskusi panel dibentuk untuk membincangkan segala hal tentang fotografi sekaligus ruang edukasi bersama.

Selain pameran, dua workshop telah digelar sejak 22 Februari. Fotoria, workshop fotografi untuk pelajaran yang diasuh oleh Eka Nickmatulhuda, eks fotografer Tempo yang kini menjadi fotografer lepas. Workshop personal project, dimentori oleh Yoppie Pieter dan Kurniadi Widodo. Dua tersebut beberapa tahun terakhir aktif dalam pengembangan edukasi fotografi.

Sore nanti bakal digelar diskusi panel Berbincang dengan Kurator bersama Sari Asih dan Kurniadi Widodo di Hokky Café and Resto pukul 15.30. Dalam diskusi ini akan dikupas bagaimana proses sebuah karya fotografi bisa melawati tahapan kuratorial hingga bisa dipanjang dalam sebuah pameran atau festival. 

Insumatra Photo Festival berlangsung dari 22 Februari hingga 9 Maret nanti. Rankaian acara akan terdiri dari Seminar di beberapa Universitas di Padang, Diskusi Panel dan Malam Layar.  

 (lif)

Berita Terkait

Baca Juga