8 Tips Berkendara Aman Bila Anda Ingin Melakukan Perjalanan Jauh Dengan Motor

8 Tips Berkendara Aman Bila Anda Ingin Melakukan Perjalanan Jauh Dengan Motor ilustrasi

Covesia.com - Apakah anda pernah terpikir untuk mengisi waktu liburan dengan touring jarak jauh? Misalnya ke Bali atau ke Lombok dengan menggunakan sepeda motor? Kalau jawabannya adalah iya, berarti anda harus menyiapkan beberapa hal berikut sebelum berangkat touring, dirangkum covesia.com dari berbagai sumber.

1. Menentukan rute dan jarak tempuh

Tips touring jarak jauh yang pertama, yang harus anda lakukan jika berniat untuk touring adalah putuskan tujuan anda dan mau lewat mana. Hitung dulu jarak yang akan ditempuh dan kota apa saja yang akan kalian lewati.

Anda juga harus menentukan apakah mau lewat jalur pegunungan, jalur pantai, atau kombinasi jalur pantai dan gunung. Anda bisa menggunakan bantuan Google Maps untuk mencatat jarak antar kota yang dilewati.

2. Lakukan pemanasan

Sebelum berangkat melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu 1-2 jam, lakukan pemanasan layaknya sebelum berolah raga selama 3-5 menit. Hal ini dimaksudkan agar otot-otot seluruh badan tidak kaku, sehingga seolah tertarik kala duduk di atas sadel sepeda motor.

Otot yang tidak kaku dan aliran darah yang lancar akan menjadikan badan lebih lentur. Sehingga, saat melakukan manuver di atas motor, otot-otot pun fleksibel.

Cara pemanasan pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Lakukan pemanasan mulai dari kepala atau leher, kemudian pundak, lengan atas, lengan bawah, pinggang, lutut, hingga pergelangan kaki. Setelah itu, lakukan relaksasi dengan menarik dan membuang napas secara perlahan tiga kali.

3. Motor harus dipersiapkan dengan baik

Sebelum melakukan touring, motor untuk touring harus dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu, anda harus melakukan pemeriksaan dan tune-up motor di bengkel resmi dan terpercaya.

Jangan lupa sampaikan ke pihak bengkel bahwa pemeriksaaan motor ini untuk keperluan touring jarak jauh antar kota agar pihak bengkel bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Bengkel resmi biasanya akan mengatur kondisi motor sesuai motor standar, misalnya knalpot dan mesin standar, shock breaker juga standar, lampu dan fasilitas listrik lainnya juga dibuat standar.

4. Siapkan perlengkapan pendukung touring

Selain perlengkapan untuk motor, SIM dan STNK, anda juga harus pastikan pajaknya tidak kadaluarsa. Beberapa perlengkapan pendukung untuk motor yang bisa anda pasang untuk keperluan touring. Ada lampu kabut, klakson, braket box, box utama, box samping, windshield, engine guard.

Ada baiknya anda juga membawa perlengkapan untuk perbaikan seperti satu set kunci atau tools motor seperti kunci pas, kunci ring, obeng, tang, kabel tambahan, isolasi, ban dalam cadangan, bohlam cadangan, busi cadangan, oli cadangan, tali kopling cadangan, tali gas cadangan, perlengkapan P3K, kain lap, senter dan baterai, oli rantai, serta pisau serbaguna.

5. Kumpulkan informasi tempat yang akan dikunjungi

Wajib hukumnya untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai daerah yang akan anda kunjungi. Anda harus rajin-rajin mencari informasi mengenai cuaca sepanjang rute touring, keadaan bentang alam, adat istiadat di masing-masing daerah, informasi terkini dari setiap daerah yang dilalui.

Jadi, apabila daerah yang anda lalui akan terjadi bencana ada baiknya menghindari rute sebelumnya dan mencoba mencari rute alternatif lainnya. Anda bisa mengumpulkan informasi melalui internet, radio, surat kabar, dll.

Anda juga bisa mencari informasi di komunitas touring atau penggemar travelling. Pengalaman dari orang-orang yang pernah touring ke daerah pilihan anda ini akan sangat membantu selama perjalanan.

6. Jaga jarak aman

Jika dalam kecepatan rendah sekitar 40 Km/jam ke bawah, jarak ideal minimal dengan kendaraan terdepan adalah 3-5 meter. Apabila anda ada di kecepatan sedang, 40-60 Km/jam, maka jarak minimal dengan kendaraan terdepan adalah 5-10 meter.

Sedangkan untuk kecepatan tinggi, 60 Km/jam ke atas, jarak ideal antar kendaraan adalah 10 meter. Jarak ideal ini untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga, misalnya pengereman mendadak.

Saat melakukan pengereman, usahakan porsi pengereman 60 persen menggunakan rem depan dan 40 persen menggunakan rem belakang. Porsi pengereman in akan membuat motor anda menjadi stabil

7. Bahan bakar

Ini dia salah satu hal mengapa anda harus menghitung jarak antar kota yang akan anda lalui. Anda bisa menghitung berapa liter bahan bakar yang akan kalian habiskan selama dalam perjalanan, sob. Kalian juga bisa memperkirakan dimana kalian akan mengisi bahan bakar apabila memang sudah menipis.

8. Istirahat setiap 1,5 - 2 Jam

Dalam kondisi berkendara jauh, maka anda disarankan untuk beristirahat setiap 1,5 - 2 jam. Lakukan senam ringan saat beristirahat untuk menjaga kebugaran. Jangan lupa untuk banyak minum air mineral atau minuman isotonik saat sedang beristirahat agar cairan tubuh yang keluar dapat segera tergantikan.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga