Ini 5 Fakta Menarik dari Rumah Makan Padang yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Ini 5 Fakta Menarik dari Rumah Makan Padang yang Mungkin Belum Anda Ketahui ilustrasi

Covesia.com - Siapa sih yang tak suka nasi padang? Semua orang di Indonesia maupun turis mancanegara begitu menggemari nasi padang. Bagaimana tidak, rumah makan padang ada di mana-mana. Hidangan di setiap rumah makan padang tak jauh berbeda.

Nasi Padang juga menjadi insipirasi untuk lagu dangdut dari Duo Anggrek dengan judul "Goyang Nasi Padang", lagu tersebut di unggah tanggal 25 Mei 2017 di Youtube sampai saat ini sudah ditonton lebih dari 99jt orang.


Bahkan, beberapa waktu lalu bule asal Norwegia yang jatuh cinta pada masakan khas Minang tersebut pun sampai membuat lagu "Nasi Padang". Lagu itu ia unggah di Youtube dan menjadi viral.

Sebagai penggemar nasi padang, tahukah anda ada 5 fakta unik di balik rumah makan padang? Penasaran, berikut covesia.com mengulasnya dari berbagai sumber

1. Porsi nasi padang kalau dibungkus lebih banyak

Jangan heran jika anda membawa pulang sebungkus nasi padang dan menemukan porsi yang super besar untuk dimakan. Hal ini merupakan kebiasaan warga Minang dan dilakukan oleh seluruh rumah makan padang di Nusantara. Kenapa? 

Masyarakat di Sumatera Barat dulunya menyebut restoran Padang dengan nama rumah makan Ampera, yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat. Konon, ketika dulu Indonesia dilanda krisis ekonomi, para pemilik warung Padang menunjukkan rasa solidaritasnya dengan menambahkan porsi nasi saat dibungkus. 

Pemilik warung Padang beranggapan kalau mereka yang membeli dibungkus, akan berbagi dengan keluarganya di rumah. Oleh karena itu, nasi dilebihkan agar keluarga si pembeli juga bisa ikut menikmati nasi itu.

2. Pelayan begitu ahli membawa banyak piring

Rumah makan padang yang dimiliki keturunan Minang asli punya tradisi sendiri saat menghidangkan makanan. Piring-piring lauk ditumpuk di lengan kiri, disajikan dalam waktu singkat. Anda pasti kerap menjumpai pelayan restoran padang sedang "bermanuver" dengan piring-piring di lengannya.

Inilah tradisi menyajikan masakan di restoran otentik khas Sumatera Barat, sekaligus skill yang wajib dimiliki para pelayannya. 

Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama. Rumah makan padang pada dasarnya restoran cepat saji khas Indonesia. Dengan konsep seperti itu, pelayan restoran dituntut menyajikan banyak jenis masakan dalam waktu cepat.

Jadi untuk mengantarkan makanan agar tidak bolak-balik, harus dalam satu waktu. Oleh karena itu tradisinya piring ditumpuk di lengan kiri, dengan tangan kanan untuk menyajikan.

3. Tidak ada rumah makan padang di Sumbar

Rumah makan khas Sumatera Barat mungkin bisa kita lewati di setiap jalanan di Jakarta. Dari mulai yang bentuknya sederhana sampai rumah makan padang yang mewah sekali. Namun apakah anda bisa bayangkan, di Jakarta saja rumah makan padang menjamur, bagaimana di Padangnya sendiri?

Di Sumatera Barat sendiri, anda tidak akan menemukan rumah makan yang seperti ada di daerah lain yang menyajikan berbagai macam masakan padang. Mengapa demikian?

Karena kalau di luar daerah, mereka perlu penamaan, mereka itu makanan Padang. Tapi kalau yang sudah di dalam Sumatera Baratnya, mereka sudah tak perlu penamaan, cukup merek saja.

4. Foto kakek di rumah makan padang

Jika melihat foto seorang kakek berkopiah hitam di rumah makan padang, dia adalah Ungku Saliah. Adanya foto Ungku Saliah menandakan rumah makan tersebut adalah asli Pariaman.

Semua foto Ungku Saliah selalu sama: kepala berkopiah hitam yang sedikit miring ke kanan, berjenggot agak panjang, serta mengenakan kain sarung kotak-kotak yang dikalungkan di leher.

Siapa dia dan mengapa fotonya dipajang? 

Nama aslinya adalah Syech Kiramatulla Ungku Saliah, lahir pada 1887 di Pariaman. Semasa hidupnya, konon Ungku Saliah diberikan kekuatan khusus untuk menyembuhkan penyakit.

Adanya foto Ungku Saliah konon bisa mendatangkan rezeki. Semacam simbol yang menunjukkan bahwa mereka masih menghormati sang tokoh agama tersebut. 

Selain Ungku Saliah, biasanya orang Pariaman juga memajang foto keluarga atau kerabat yang berpakaian militer.

Hal tersebut dilakukan untuk menakut-nakuti pengunjung agar tidak main-main dengan rumah makan tersebut. Baik foto Ungku Saliah maupun foto kerabat berpakaian militer biasa dipajang di belakang kasir.

5. Rendang merupakan menu yang istimewa

Rendang merupakan makanan adat khas Sumatera Barat yang menjadi salah satu makanan istimewa khas Sumbar yang terkenal hingga ke Mancanegara.

Makanan ini selalu dihidangkan dalam setiap acara adat Minangkabau sejak masa lampau. Misalnya ada acara adat mengangkat penghulu atau acara pernikahan, akan ada makanan-makanan yang disajikan untuk tamu. Salah satunya adalah rendang.

Salah satu tradisi yang melibatkan masakan tradisional ini adalah ‘Makan Bajamba’. Makan Bajamba merupakan tradisi makan yang dilakukan bersama-sama. Dalam tradisi ini biasanya akan ada satu makanan utama, gulai kepala kambing misalnya sebagai makanan pembuka. Nantinya randang akan menjadi salah satu komponen di Makan Bajamba tersebut.

Makan bajamba bertujuan untuk memupuk tali silaturrahmi dan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat status dan pangkat. Biasanya acara makan bajamba ini di adakan di sebuah rumah atau tempat khusus yang diikuti puluhan atau ratusan orang.

Ketika makan bajamba semua orang larut dalam kebahagian karena bekerjasama menghabiskan nasi yang super banyak di pinggan. Jadi karena adanya rendang dalam makanan adat, jadi tergolong istimewa.

Ia menuturkan apabila di suatu rumah memasak rendang, rendang menjadi hidangan yang paling istimewa. Keistimewaannya terletak pada proses memasaknya yang membutuhkan waktu lama dan kesabaran.

Rendang sendiri berasal dari kata “merandang,” yaitu kegiatan memasak santan hingga kering secara perlahan. Randang merupakan proses memasak yang dimulai dari gulai lalu diproses menjadi kalio dan barulah menjadi rendang.

Untuk pemasakan randang hingga kuah benar-benar kering, prosesnya akan menghabiskan waktu sekitar delapan jam. Namun selain itu makanan ini menjadi istimewa karena bagian dari makanan adat.

Baca juga: Jokowi Kalah Telak di Sumbar, Media Sosial Diramaikan Aksi Boikot Nasi Padang

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga