Daya Tarik Stand Sita Simattaoi di Lokasi Festival Pesona Mentawai 2019

Daya Tarik Stand Sita Simattaoi di Lokasi Festival Pesona Mentawai 2019 Daya Tarik Stand Sita Simattaoi di Lokasi Festival Pesona Mentawai 2019 (Foto: Septin)

Covesia.com - Salah satu stand yang cukup menarik dan unik yang ditemui pada Festival Pesona Mentawai 2019 di homestay pantai Mapaddegat, desa Tua pejaten Kecamatan Sipora utara yaitu stand Sita Simattaoi (Kita orang Mentawai).

Sita Simattaoi merupakan kumpulan solidaritas pecinta budaya Mentawai yang baru dibentuk awal tahun 2019 ini. Grup ini berasal dari pulau-pulau berbeda di Mentawai yakni dari Sikakap, Sipora, dan Siberut yang terdiri dari sekira 15 orang dengan basecamp yang berada di Tuapejat dan Padang. 

Stand ini menarik karena menyajikan galeri lukisan sikerei, alam, dan benda budaya khas Mentawai yang dipajang berjejer, tas dari tempurung kelapa serta melayani pembuatan tato, dan kopi Aceh. 

"Semua yang ada di stand kita hasil karya sendiri sesuai dengan keahlian anggota solidaritas pecinta budaya ini," ujar Reynold salah seorang anggota Sita Simattaoi, Jumat (28/06/2019). 

Reynold menerangkan bahwa pada kumpulan Solidaritas pecinta budaya Mentawai ini memegang semboyan duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

"Artinya, tidak ada pengotakan antara kita. Kita semua sama, saling berbaur, kerjasama, dan sharing ide-ide kreatif," tuturnya.

Selama persiapan hingga penyelenggaraan Festival Pesona Mentawai 2019 ini sudah ada beberapa pelanggan yang menato dirinya di stand tersebut dan membeli beberapa souvenir. 

Sementara untuk harga lukisan bervariasi tergantung objek dan ukurannya, berkisar dari Rp250 ribu hingga Rp800 ribu. Tas dari tempurung kelapa ukuran besar dijual Rp200 ribu, yang kecil Rp150 ribu.

Sementara yang paling diminati yaitu lukisan souvenir mini senilai Rp5-10 ribu. Kemudian, lukisan kayu kotak segi empat senilai Rp30 ribu. 

"Biasanya pelanggan pesan lukisan  wajah melalui foto. Kendala kita dalam melukis selama satu setengah tahun di Mentawai ini, bahan bakunya susah didapatkan, kemudian dalam hal pemasaran belum banyak masyarakat yang berminat," ungkap Widart pelukis Sita Simattaoi. 

Kontributor Mentawai: Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga