Keluarga Minta Media Ralat Soal Profesi Sumartini Pekerja Seks

Keluarga Minta Media Ralat Soal Profesi Sumartini Pekerja Seks

Cilacap - Ayah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban mutilasi di Hong Kong, Sumarti Ningsih , Achmad Kaliman, keberatan media massa menyebut anaknya sebagai pekerja seks dan meminta media massa mencabut atau meralat pemberitaan yang menurut dia salah tentang profesi anaknya.

Ia mengatakan selama ini Sumarti Ningsih mengabarkan bahwa dia bekerja sebagai pelayan restoran di Hong Kong.

"Bagi saya, berita itu tidak benar dan saya tidak percaya kalau anak saya seorang PSK. Mohon berita mengenai anak saya seorang PSK, untuk dihapus atau dihilangkan," katanya.

Kaliman juga berharap pengadilan di Hong Kong memberikan hukuman setimpal bagi pelaku pembunuhan sadis itu.

Sumarti Ningsih dan seorang rekannya yang diketahui bernama Seneng Mujiasih menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang bankir asal Inggris, Rurik George Caton Jutting (29).

Jenazah Sumarti Ningsih ditemukan dengan kondisi terpotong-potong dalam sebuah koper di balkon lantai 31 apartemen milik Rurik Jutting di Distrik Wan Chai, Hongkong, Sabtu (1/11). Polisi setempat sudah menangkap Jutting.

Jasad Sumartini di pulangkan ke Indoneisa pada Selasa (11/11/2014, dan dimakamkan kampung halamannya di Grumbul Banaran RT 02 RW 05, Desa Gandrungmangu, jasad Sumarti Ningsih terlebih dulu disalatkan oleh keluarga dan tetangga. (ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga