Merebut Irian Barat dari Sebuah Kampung di Virginia

Merebut Irian Barat dari Sebuah Kampung di Virginia Rumah tempat perundingan Indonesia-Belanda (tengah) di tanah pertanian di Huntland Farm, Virginia, USA, ketika merebut Irian Barat 20 Maret 1962. (Foto: Irawan Nugroho/covesia.com)

Washington DC- Menjelang musim semi 20 Maret 1962, Dubes RI di Moskow Adam Malik, didampingi Dubes RI di PBB New York Soedjarwo Tjondronegoro dan Dubes RI di Washington Zairin Zain memulai perundingan rahasia membahas Irian Barat (Papua) dengan delegasi Belanda yang dipimpin Dubes Belanda di Washington Van Roijen. Tempatnya terpencil di sebuah rumah di tanah pertanian di Huntland Farm, Middleburg, Virginia, sekitar 70 km dari Washington, DC, USA.

Atas perintah dari Presiden John F. Kennedy, diplomat veteran AS Ellsworth Bunker bertindak sebagai mediator. Menlu RI Soebandrio dan Menlu Belanda Joseph Luns sesekali hadir dalam perundingan. Bunker sengaja memilih Huntland Farm yg terpencil sehingga kedua pihak bisa dengan tenang dan santai membicarakan masa depan Irian Barat. Walaupun demikian, tiga diplomat terbaik RI tadi dengan keras menekan Belanda untuk menyerahkan Irian Barat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Subandrio bahkan mengancam akan pulang ke Jakarta kalau Belanda tidak mengembalikan Irian Barat ke Indonesia.

Belanda akhirnya menyerah dan baru pada 31 Juli 1962 Belanda setuju untuk menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia di rumah terpencil di kampung Virginia ini. PBB akhirnya menyetujui peralihan kekuasaan dari Belanda kepada RI. Dan semua ini juga bisa tercapai berkat peran serta Bapak Abdullah Balbed dan Hamdan (alm), dua staf lokal KBRI Washington yg menjadi penghubung antara Washington dan Middleburg. (irw/cal)

Berita Terkait

Baca Juga