Rawat Kebudayaaan Daerah yang Mulai Punah, Pasaman Gelar Duta Budaya 2019

Rawat Kebudayaaan Daerah yang Mulai Punah Pasaman Gelar Duta Budaya 2019 Penampilan pencak silat dari peserta Duta Budaya Pasaman 2019, Sabtu (27/7/2019).

Covesia.com - Sebanyak 31 orang Pemuda-Pemudi utusan masing-masing Nagari se Kabupaten Pasaman mengikuti ajang pemilihan Duta Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

"Pemilihan Duta Budaya Tahun 2019 ini merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat dan memajukan kebudayaan daerah di Kabupaten Pasaman yang keberadaannya mulai punah dikalangan anak muda. Makanya lewat event ini diharapkan bisa mendidik dan mengajak pemuda - pemudi untuk lebih melestarikan dan mempromosikan budaya daerah sendiri dibanding budaya asing," terang Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat membuka acara Grand Final Duta Budaya di Aula Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, Sabtu (27/7/2019).

Ali Yusri mengatakan bahwa tidak dipungkiri lagi saat ini anak muda lebih tertarik dengan berbagai budaya asing yang bisa merusak moral dan akhlaknya.

"Kita berharap meskipun ditengah kemajuan teknologi yang semakin pesat ini tidak membuat berbagai budaya daerah juga ikut tergerus keberadaannya. Karena kita ingin anak muda di Pasaman dapat menjadi agen penerus dan pewarisnya dikemudian hari. Sebab, sudah menjadi tanggungjawab kita bersama untuk merawat dan menjaganya," tambahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Ahmad Bukhari mengatakan setidaknya ada beberapa cabang lomba yang diangkat dalam pemilihan Duta Budaya Tahun 2019 ini. Diantaranya Kesenian Pencak Silat, Pantun daerah, Pasambahan, Penampilan bakat seni tradisi daerah dengan motto 'Mancari Tampang Nan Kajadi, Mamiliah Bijo Nan Katumbuah.

"Karena ini salah satu dari kegiatan kita untuk mewujudkan Visi dan Misi Pasaman yang berbudaya. Kita ingin lewat kegiatan ini bisa membentengi anak muda kita dari berbagai budaya luar. Fenomena saat ini sudah banyak anak muda kita tidak lagi paham dengan kebudayaan daerah itu sendiri. Budaya Lokal sudah sangat jauh pudarnya," kata Ahmad Bukhari.

Menurut Ahmad Bukhari, setidaknya ada empat Adat sebagai aset kebudayaan daerah yang berkembang di Pasaman dengan masing-masing keunggulannya yaitu Minangkabau, Tapanuli, Mandailing, dan Jawa.

"Contohnya tadi yang ditampilkan oleh peserta dari Kecamatan Dua Koto. Dimana peserta mengangkat tradisi daerahnya yang satu-satunya daerah memakai adat Minangkabau, namun memiliki marga (Suku). Begitupun berbagai kesenian dari saudara kita Tapanuli, Minang dan Jawa. Jadi harapan kita usai dilakukan pemilihan duta Budaya ini bisa menjadi calon Datuak bagi pemuda dan Bundo Kanduang bagi pemudi," tambahnya.

Kedepan kata dia pihaknya bakal melakukan kerjasama dengan Pemerintah Nagari agar pemuda-pemudi yang mengikuti Duta Budaya ini bisa menjadi ujung tombak dalam merawat budaya lokal di masing-masing Nagari.

"Ini bukan sekedar Ivent biasa saja. Pembinaan lewat lembaga pendidikan melalui mata pelajaran Buddaya Alam Minangkabau yang ada juga bakal kami lakukan, agar kegiatan ini tidak sekedar seremonial biasa saja," tutupnya.

Adapun nominasi pemenang dalam pemilihan Duta Budaya Kabupaten Pasaman tahun 2019 ini yaitu untuk Rang Mudo (Laki-laki):
1.Rangmudo Juara I, Indra Maulana dari Nagari Aia Manggih,Kecamatan Lubuk Sikaping
2. Rangmudo Wakil I Juara II, Ilham Sumardi dari Nagari Lansek Kodok, Rao Selatan.
3. Rangmudo Wakil II Juara III, Yaumil Aifat dari Nagari Jambak, Lubuk Sikaping
4. Rangmudo Bertalenta juara Harapan I, Agung Gumelar dari Nagari Padang Mentinggi, Rao.
5. Rangmudo Persahabatan Juara Harapan II, Robbi Sugandi dari Nagari Sundata Utara, Lubuk Sikaping.

Sementara untuk Puti Bungsu yaitu
1. Putibungsu Juara I, Dinda Hanifah dari Nagari Aia Manggih, Lubuk Sikaping.
2. Putibungsu Wakil I Juara II, Zaida Rahmi dari Nagari Aia Manggih Utara, Lubuk Sikaping.
3. Putubungsu Wakil II Juara III, Syitika Rahmi dari Nagari Ladang Panjang, Tigo Nagari.
4. Putibungsu Bertalenta Juara Harapan I, Defni Ariani dari Nagari Padang Mentinggi, Rao.
5. Putibungsu Persahabatan Juara Harapan II, Winda Anggraini dari Nagari Lansek Kodok, Rao Selatan.

Bagi peserta yang meraih juara, mendapatkan satu buah tropi, piagam beserta uang pembinaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga