Mensos Akan Kaji Usulan Pahlawan Nasional

Mensos Akan Kaji Usulan Pahlawan Nasional

Serang - Gencarnya usulan untuk mengukuhkan pejuang kemerdekaan asal Banten Brigjen KH. Syam'un yang sebelumnya gagal mendapatkan kehormatan gelar pahlawan nasional di tahun ini,akan ditelusuri lebih jauh oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa.

"Bukan soal alasan, ini kan prosesnya panjang, tadi Plt Gubernur juga sudah menyampaikan kepada saya. Ini akan menjadi catatan saya," jelas Khofifah Indar Parwansa saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten Rabu, (12/11/2014).

Khofifah berjanji akan menelusuri informasi mengenai apa saja yang menjadi pertimbangan, sehingga mantan Bupati Serang sekitar era tahun 1948-an itu belum mendapatkan gelar kehormatan pahlawan nasional.

"Saya akan coba telusuri dulu sampai tahapan mana prosesnya. Nanti akan ketahuan, misalnya sampai tahapan ini, berati berikutnya harus ditingkatkan prosesnya," kata Khofifah saat ditanya terkait usulan Brigjen KH Syam'un dari Provinsi Banten sebagai Pahlawan Nasional.

Ia menjelaskan, mekanisme yang dilalui untuk usulan pahlawan nasional atas usulan dari daerah dimulai dari Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di kabupaten/kota. Selanjutnya,diteruskan ke TP2GD Provinsi kemudian ke pusat, baru kemudian ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

"Karena saya baru dapat info dari gubernur,saya akan mencatat semua masukan itu, saya telusuri sampai mana nanti saya koordinasikan ulang," ungkapnya.

Namun demikian, ia tak bisa juga memastikan tahun depan Brigjen KH. Syam'un bisa lolos lagi.Ia hanya akan mengecek informasi mengenai pertimbangan, termasuk kemungkinan adanya kekurangan dokumen terkait Brigjen KH Syam'un.

Sebelumnya, keempat nama pejuang yang dianugerahi gelar pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo yaitu Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting lahir di Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada 12 Januari 1921. Pejuang lainnya adalah Sukarni Kartodiwirjo lahir di Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916. Ia meninggal di Jakarta, 7 Mei pada umur 54 tahun, ia adalah tokoh pejuang kemerdekaan.

Gelar pahlawan nasional juga dianugerahkan ke HR Mohammad Mangoendiprojo yang dilahirkan pada tanggal 5 Januari 1905 di Sragen. Terakhir adalah Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah yang lahir di Jombang, 31 Maret 1888 adalah seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama.(ant/jmb)

Berita Terkait

Baca Juga