Muda Literat, Komunitas Pembaca Buku yang Mengumpulkan Para Literat

Muda Literat Komunitas Pembaca Buku yang Mengumpulkan Para Literat Foto: Laila Marni/covesia.com

Covesia.com - Membaca buku sudah keseharian Mutiah Isra Khadifa. Merasa terpacu ingin mengetahui isi buku lebih banyak lagi, ia membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Muda Literat.

“Komunitas ini bertujuan untuk pembaca dapat memberikan dampak yang lebih besar untuk dunia literasi,” ungkapnya kepada Covesia saat membuka lapak baca di jalan Khatib Sulaiman, Minggu (1/9/2019).

Mutiah mengatakan muda literat adalah komunitas orang yang sudah literat. “Syarat untuk bergabung dengan komunitas ini usia 15-30 tahun, memiliki atau sudah membaca buku minimal 15 buku. 

Dalam penyampaiannya, Mutih mengatakan komunitas ini baru dilounching 1 Agustus lalu. “Walaupun masih terbilang muda, berbagai kegiatan telah kami lakukan. Seperti pelatihan menulis prosa jurnalistime, acara 17 agustusan, kegiatan bukuku ceritaku yang mana anggota komunitas membacakan buku yang ia baca dan merekomendasikan buku apa yang bagus untuk anggota. Satu anggota wajib membawa satu buku yang wajib dipinjamkan,” jelasnya.

Ia mengatakan tertarik untuk membuat komunitas ini karena belum ada sebelumnya komunitas yang mengumpulkan orang-orang literat. Biasanya hanya ada komunitas literasi yang berupaya mengajak orang lain untuk membaca dan sebagainya.

Mutiah mengharapkan komunitas yang ia bentuk ini bisa mencapai skala nasional, karena sudah ada beberapa anggota dari berbagai daerah seperti Solo, Medan, Palembang, serta Jakarta. “Mulainya di Padang dan dari luar Sumbar ada 5 orang dan untuk keseluruhannya sampai hari ini sudah ada 80 orang muda literat,” ungkapnya.

Komunitas ini bertempat di gunung pangilun di jalan Gajah Mada no 10 di toko buku OKB. “Program komunitas muda literat adanya minggu ganjil genap. Minggu ganjil,  kita ada di Car FreeDay, Khatib, sedangkan di minggu genap kita fokus ke bukuku ceritaku,” jelasnya. 

Lebih lanjut Mutiah mengatakan kegiatan yang lainnya adalah ngobrol literat. “Kita mengundang seseoranguntuk menyampaikan pengalamannya tentang buku. Kita juga akan mengadakan workshop 2 atau 3 bulan sekali, serta program muda literat sekolah serta muda literat kampus,” jelas Mutiah.

Ia berharap anggota semakin menginspirasi, “Kita akan membuat image pembaca berbeda tidak introvert melulu. Kita akan membuat seorang pembaca itu keren sehingga menjadi life style baru,” tutupnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga