Sekjen DPD RI Donny Moenek 'Diserbu' Ibu-Ibu Dharma Wanita

Sekjen DPD RI Donny Moenek Diserbu IbuIbu Dharma Wanita Dok. DPD RI

Covesia.com - Sekjen DPD RI Dr.Drs. Reydonnyzar Moenek, M.Dev.M atau yang akrab disapa Donny mendapat kehormatan sebagai pembicara dihadapan 1.750 anggota/pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) seluruh Indonesia. Acara digelar dalam rangka Seminar DWP 2019 bertempat di Auditorium Manggala Wana Bhakti, Jakarta, (3/8/2019).

Seminar dibuka langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Syafruddin yang mengatakan bahwa potensi struktur organisasi DWP yang besar dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota, harus dapat dimanfaatkan melalui pembangunan program yang inovatif, kreatif, dan menerobos pola konvensional. "membangun kesejahteraan bagi ASN yang tidak hanya saat usia kerja melainkan juga saat purnabakti. Para pengurus dan anggota DWP dapat meniru serta mematangkan pola rintisan perusahaan start up, untuk melahirkan program dalam menyejahterakan keluarga dan masyarakat."

Sedangkan Ketua Umum DWP Ny. Wien Ritola Tasmaya dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan diadakan seminar adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota DWP guna mencapai tujuan sebagai center of excellence, "untuk tahun 2019 ini kita sesuaikan dengan tuntutan zaman dengan mengangkat DWP sebagai Center of Excellence atau agen perubahan sangatlah penting untuk senantiasa memberikan wahana edukasi dan pengetahuan dalam upaya mencapai tujuan dalam meningkatkan kapasitas sebagai perempuan yang berkualitas dan berkiprah secara aktif pada peran publik dalam bernegara secara cerdas untuk pengembangan bangsa"

Wien Ritola menegaskan, “DWP sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang menghimpun dan membina istri ASN, sudah selayaknya mengambil peran strategis dalam konstelasi pembangunan nasional. Untuk bisa mencapainya, DWP bertekad senantiasa meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya sebagai pusat pelatihan perempuan,” 

Sekjen DPD RI Donny Moenek yang hadir sebagai narasumber menyampaikan paparannya dengan topik "Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Organisasi Wanita di Daerah" 

Dengan lihainya Donny Moenek menuturkan bagaimana semestinya pemerintah daerah melibatkan, memberdayakan, dan mengapresiasi organisasi wanita khususnya Dharma Wanita Persatuan. 

Pria berkumis tebal keturunan Kesultanan Pagaruyung-Sumatera Barat ini secara gamblang menjelaskan bahwa Dharma Wanita  juga menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, "urusan konkuren ini ada yang masuk SKPD ada juga yang dikerjakan  oleh Non SKPD seperti layaknya Dharma Wanita dalam bentuk program dan kegiatan yang berada dalam SKPD berkenaan seperti Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (Bapermasda) atau dengan sebutan lainnya. Jadi pemberdayaan bagi Dharma Wanita itu boleh, siapa bilang tak boleh. tak ada larangan kok." 

"Oleh sebab itu," lanjut Donny, "Dharma Wanita jangan kecil hati. RKA Kegiatan Dharma Wanita, insert dengan SKPD yang berkenaan. Bisa di Badan Pemberdayaan Perempuan atau Badan Pemberdayaan Masyarakat. Itu boleh. Sama2  penyelenggara urusan pemerintahan kok." Jelas pria yang pernah bekerja di lembaga fiskal internasional ini menjelaskan solusi ke mana baiknya anggaran kegiatan DWP dicangkokkan pada organisasi Pemda. 

"Gubernur, Bupati, Wali kota itu juga sebagai penasehat DWP, para kepala daerah ini fungsinya menjaga sinergitas pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan. Nah, istri para ASN yang ada dalam DWP itu juga penjaga keutuhan NKRI karena suaminya, para ASN itu sudah disumpah setia pada NKRI," terang Pamong Senior lulusan terbaik APDN Semarang 1983 ini. 

Sekjen DPD RI yang tampil dan menjelaskan dengan piawai serta penuh keakraban lantaran diselingi canda, cerita, dan lagu ini rupanya meraih hati dan mempesona ibu-ibu Dharma Wanita. Alhasil, usai acara, mantan juru bicara Menteri Dalam Negeri ini  langsung diserbu peserta seminar untuk minta berswafoto maupun foto bersama. Dengan senyum dan suara barithon khasnya, Donny memenuhi permintaan para fans barunya tersebut.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari hingga Rabu, 4 September 2019. Turut hadir sebagai narasumber Menteri Kesehatan RI Prof. DR. dr. F Nila Moeloek, Spm (k), Herlina Crintine Natalia Hakim, Ir. Laksmi Wijayanti, M.CP, dan dr. Agus Ali Fauzi, PGD, Pail Med (ECU).

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga