Buruh Dilarang Beribadah, PT. SG Langgar Konstitusi

Buruh Dilarang Beribadah PT SG Langgar Konstitusi

Jakarta -Manajer Advokasi Pusat Studi Nusantara (Pustara), Ahmad Alfan menilai manajemen PT. Sentraco Gramindo di Kabupaten Tangerang yang melarang pekerja/buruh untuk beribadah merupakan pelanggaran Konstitusi.


Pasalnya, Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu sebagaimana Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945.


"Adanya pelarangan buruh untuk beribadah sudah jelas bahwa PT. SG melanggar Konstitusi," ujar Ahmad dalam keterangan di Jakarta, Kamis (13/11/2014).


Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut terjadi bulan Agustus 2014. Para buruh PT. SG dilarang beribadah oleh manajemen perusahaan dengan alasan tidak jelas. Bahkan, manajemen menutup tempat wudhu dan mushola yang sehari-hari untuk beribadah para buruh. Karena mushola ditutup, maka para buruh beribadah di parkiran kendaraan dengan beralaskan koran.


Ahmad mengatakan, Pasal 80 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan, pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya.


"Dalam konteks ini, PT. SG selain melanggar Konstitusi juga melanggar UU Ketenagakerjaan," tegasnya. (gus/lif)

Berita Terkait

Baca Juga