Membiasakan Bangun Subuh

Membiasakan Bangun Subuh Ilustrasi

Covesia.com - Meski semua orang islam tahu bahwa ada kewajiban salat subuh bagi tiap-tiap mereka, tidak banyak mereka yang bangun subuh untuk mengerjakannya. Sebagai bukti, dapat diperhatikan masjid-masjid yang ada di kampung-kampung atau pun di kota-kota. 

Hanya nol koma sekian persen saja dari penduduk kampung atau kota tersebut yang datang ke masjid untuk mengerjakannya, itu pun kebanyakan yang "gaek gaek" saja. 

Kemudian, saya pernah membaca hasil sebuah reseach yang bisa dipercaya tentang angka rata-rata bangun pagi penduduk dunia. Reseach itu mengatakan bahwa negara yang rata-rata penduduknya bangun lebih pagi adalah Korea Selatan, sekitar pukul 06 pagi. Padahal sekitar 46% penduduknya tidak beragama, 29% kristen, dan 22% budha . 

Ini menunjukkan bahwa persentase slat subuh penduduk muslim di negara negara muslim dunia sangat kecil. Karena, kalau jumlah/persentase orang islam bangun subuh banyak, tentu akan mengalahkan Korea Selatan yang muslimnya sangat minoritas, kurang lebih hanya 35.000 orang.

Soal motivasi dan dorongan dari Allah dan RasulNya, rasanya tidak pula kurang. Dalam Alquran, surat Isra ayat 78, Allah berfirman yang artinya, 'Dirikanlah oleh mu shalat dari tergelincir matahari hingga gelam malam, dan (dirikan pula lah) shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)'. Dalam hadis Nabi SAW antara lain disabdakan, tidaklah akan masuk neraka orang yang mengerjakan salat sebelum terbit matahari (salat subuh) dan orang yang mengerjakan shalat sebelum terbenam matahari (salat ashar). H.R. Muslim.

Dalam hadis yang lain, Nabi SAW juga bersabda, sesungguhnya salat yang paling berat bagi orang munafik adalah salat isya dan salat subuh. Padahal sekiranya mereka memgetahui keutamaan kedua salat itu, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. H.R. Bukhari Muslim.

Pun dilihat dari manfaat bangun subuh, tak kurang pula research yang dilakukan peneliti bidang kesehatan yang mengatakan bahwa tingkat kesehatan orang bangun subuh jauh lebih tinggi dari orang yang bagun siang. Begitu juga rata-rata usia hidup orang bangun subuh jauh lebih panjang dari orang yang bangun siang.

Tampaknya persoalan bangun subuh ini ada pada kesadaran pemeluknya. Karena itu perlu belajar membangun kesadaran betapa bangun subuh itu penting. Perlu belajar untuk mengubah pola tidur dari lambat tidur dan lambat bangun menjadi cepat tidur dan cepat bangun, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.


Dr. H. Ismail, M.Ag

Dr. H. Ismail, M.Ag ( Dekan Fakultas Syariah IAIN Bukittinggi )

Berita Terkait

Baca Juga