Sutan Riska: 2021, Rumah Gadang Terbesar se-Sumbar akan Dibangun di Dharmasraya

Sutan Riska 2021 Rumah Gadang Terbesar seSumbar akan Dibangun di Dharmasraya Sutan Riska

Covesia.com - Pada 2021, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membangun rumah gadang terbesar se-Sumatera Barat (Sumbar). 

"Saya sudah sampaikan kepada seluruh ninik mamak bahwa kita akan membangun rumah gadang terbesar di Sumbar pada 2021, letaknya di Dharmasraya," ungkap Sutan Riska selaku Bupati Kabupaten Dharmasraya saat menyampaikan sambutan di acara malam puncak Festival Pamalayu di kompleks Candi Padang Roco Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumbar, Senin (6/2/2020) malam.

Dia juga menjelaskan bahwa, selain pembangunan rumah gadang terbesar se-Sumbar tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga akan melakukan pembangunan Islamic Center di Dharmasraya. Pembangunan gedung ini sudah dianggarkan pada 2019 dengan jumlah biaya sekitar Rp100 miliar. Rencananya, pembangunan tersebut selesai pada 2020. 

"Itu tujuannya untuk memperkuat agama kita" jelasnya.

Sutan juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga berencana menjadikan kompleks Candi Padang Roco sebagai museum pada tahun ini. Hal ini, kata Riska, sudah dibicarakannya dengan Ditjen Kebudayaan. "Saya  sudah membuat gambarnya," ujarnya pula.

Ketiga pembangunan infrastruktur tersebut merupakan pembangunan untuk mengembangkan kembali adat istiadat, agama, dan sejarah Kabupaten Dharmasraya. "Tiga pondasi besar ini yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita," ujarnya.

Wakil Gubernur Nasrul Abit, yang juga memberikan sambutan pada acara tersebut, sangat mengapresiasi  pembangunan infrastruktur yang akan diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. "Sukses untuk Sutan Riska," ujarnya.

Malam puncak Festival Pamalayu dilaksanakan, Senin (6/1/2020). Acara berlangsung di kompleks Candi Padang Roco Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Berdasarkan pantauan Covesia.com, sebuah panggung acara didirikan di dekat lokasi situs peninggalan kejayaan Kerajaan Dharmasraya tersebut. Seribuan masyarakat tampak antusias mengikuti acara. Masyarakat yang hadir berasal dari beragam usia, seperti orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak.

Pada acara tersebut, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Bupati Dharmasraya Sutan Riska juga tampak hadir. Acara juga diramaikan dengan berbagai macam pameran seperti pameran artefak, pameran bansai dharmasraya, pameran kaligrafi, dan sebagainya. 

Acara malam puncak festival ini dimulai sekitar 20.30 WIB. Acara dimulai dengan penampilan para seniman asal Desa Muara Jambi yang bergabung dalam grup band Senandung Swaradipa. Setelah itu, ada penampilan drama kolosal dari berbagai sanggar tari yang ada di Dharmasraya. Mereka membawakan drama tentang sejarah Kerajaan Dharmasraya.

Pada saat acara berlangsung, sejumlah pengunjung tampak mengeluarkan android mereka. Mereka merekam jalannya acara melalui kamera ponsel mereka, dan mungkin menyebarkannya ke media sosial yang mereka miliki.

Pada acara tersebut, ada pula penampilan Sound of Borobudur selama kurang lebih satu jam. Penampilan yang dikomandoi oleh Purcarawaca sebagai direktur eksekutif tersebut mampu memukau masyarakat. Sekitar 00.00, dilakukan pemotongan kue oleh Sutan Riska selaku Bupati Dharmasraya. Hal ini sebagai simbolis atas peringatan hari ulang tahun Dharmasraya ke-16. 

Kontributor: Fakhruddin Arrazzi

Berita Terkait

Baca Juga