Rupiah Tertekan dan Simalakama Kebijakan Moneter

Rupiah Tertekan dan Simalakama Kebijakan Moneter Ilustrasi

Covesia.com - Rupiah terus tertekan pada perdagangan hari ini yang berada di kisaran Rp.15.400/ USD, pelemahan ini cukup signifikan dibandingkan tanggal 11 Februari 2020 yang berada di kisaran Rp.13.665/ USD atau mengalami pelemahan  sebesar  12% dalam tempo 1 bulan terakhir. 

Memang dengan tingkat Inflasi pada Februari 2020 sebesar 2.98%, Bank Indonesia memiliki peluang untuk penurunan suku bunga sekali lagi di mana 7DRRR saat ini berada di angka 4.75% dan masih punya spare yang cukup banyak dibandingkan Inflasi. Namun apabila melihat kondisi pelemahan nilai tukar rupiah saat ini cukup berisiko apabila BI menurunkan 7DRRR karena aliran dana yang akan keluar bisa semakin banyak yang menyebabkan makin melemahnya nilai tukar karena dana tersebut akan mencari emerging market lainnya.

Dilain sisi, untuk menahan pelemahan Rupiah BI bisa saja menaikkan 7DRRR tetapi di tengah pukulan berat ekonomi saat ini, hal itu bisa sangat berdampak negatif ke sektor rill dimana daya beli yang turun jauh, belum lagi karna orang sudah tidak banyak keluar rumah yang disebabkan Covid – 19 dan pengusaha harus memikul bunga kredit yang tinggi, akan membuat kegoncangan pengusaha maupun perbankan, walaupun sudah ada langkah-langkah antisipasi yang dibuat oleh OJK.

Selain itu, belum lagi soal Defisitnya neraca perdagangan yang terus menghantui, karna faktor eksport yang terus menurun yang disebabkan negara-negara tujuan eksport kita tidak begitu bantak melakukan perdagangan karena efek Covid – 19 seperti China dan negara lainnya.

Keputusan yang paling tepat mengenai Hasil Rapat Dewan Gubernur BI untuk suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) at par aja, tetap di angka 4,75%. Wait n see sambil menunggu arah karena kondisi Global yang belum menentu.


 Yudhistira Hadinosya

Yudhistira Hadinosya ( Ekonom / Analis Pasar Modal )

Berita Terkait

Baca Juga