Filosofi Songket Pandai Sikek yang Dipakai Mahyeldi-Audy saat Pendaftaran ke KPU Sumbar

Filosofi Songket Pandai Sikek yang Dipakai MahyeldiAudy saat Pendaftaran ke KPU Sumbar Mahyeldi- Audy Joinaldy

Covesia.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi-Audy kemarin mendatangi KPU Sumbar guna mendaftarkan diri menjadi calon Gubernur dan wakil gubernur Sumbar periode 2021-2025.

Keduanya dan beberapa tim memilih menggunakan pakaianberwarna terang disertai ukiran di sebelah kanannya. Ternyata itu adalah Songket Pandai Sikek yang kaya akan nilai sejarah dan merupakan warisan leluhur ranah minang dikenal sebagai Ratunya Songket. 

"Songket tersebut merupakan yang terbaik diantara songket-songket tanah air, dimana sebagai penenun di pandai sikek merupakan keahlian yang wariskan secara turun temurun,"ungkap Elga Naldi yang merupakan seorang desainer. 

Dikatakan Elga, pemakain dan penggunaan songket di ranah ini sangat lekat dengan kehidupan rakyat Minangkabau terutama di acara-acara adat dan acara penting lainnya.

"Maka sudah sepantasnya calon pemimpin kita memakai pakaian yang terbaik dan mencerminkan kekayaan budaya negri mereka. Juga mereka dengan bangga dapat memperkenalkan dan mempromosikan produk yang berasal dari ranah sendiri ke khalayak yang lebih luas," terangnya. 

Lebih lanjut Elga mengatakan diharapkan songket tersrbut bisa lebih terkenal dan diterima di kalangan nasional dan internasional dengan pemakaian yang lebih beragam dan tentunya berusaha untuk meningkatkan perekonomian textile di Ranah Minang. 

Pemilihan design ini kata Elga juga mencerminkan betapa bangganya mereka akan warisan leluhur mereka dan kecintaan mereka terhadap sejarah dan budaya nagari yang akan mereka pimpin. 

Dengan menghargai dan memahami sejarah dan nilai-nilai yang terdapat di dalam songket pandai sikek tersebut Motif pandai sikek yang dipilih adalah cukie barantai. 

Cukie Barantai merupakan salah satu istilah yang ada pada motif pandai sikek yang merupakan motif pembatas, buah palo dan sirangkak sebagai bunganya.

Motif cukie barantai dipilih dengan harapan di kemudian harinya apa yang dikerjakan, aspirasi, pesan, dan contoh yang diberikan dapat diterima dan disampaikan kepada masyarakat dan khalayak sebagai pesan berantai sehingga tujuan dan misi dari para pemimpin ini untuk dapat mengabdi dan memajukan ranah minang dapat didukung dan mencapai kesuksesan.

Di pakainya motif tersebut hanya di satu sisi yaitu sisi kanan dipilih dengan makna bahwa di saat kita sudah memilih satu sisi ,yang secara harfiah sisi kanan di interpretasikan sebagai sisi yang benar. 

"Maka diharapkan pendukung yang memilih calon-calon ini akan tetap setia di sisi tersebut dan mendukung mereka sampai mereka meraih tujuan mereka hingga dapat mengabdi kepada ranah yang mereka cintai dan banggakan," urainya. 

Semoga dengan memakai Print motif yang terinspirasi dari budaya textile songket terbaik di Indonesia, Ratu dari semua songket dapat menambah kekuatan dan percaya diri dari para calon pemimpin ini. 

Tak hanya itu semoga dapat pula menginspirasi mereka dalam meningkatkan perekonomian penenun di Ranah Minang untuk memproduksi songket secara lebih luas dan meningkatkan kinerja produksi dan perekonomian tenun dan tekstil di ranah minang secara lebih global.

"Semoga dapat memenuhi permintaan pasar nasional dan internasional. Lebih fungsional dalan pemakaian dan dapat lebih dikenal dan diterima di pasar international,"harap Elga. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga